Sabtu, 02 November 2013

DSLR for Newbie

Fotografi:
Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Foto ( Cahaya ) dan Graphia ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar.
Kamera SLR:
Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik ( viewfinder ) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.

Shutter Speed dan Aperture
Seperti dibahas terdahulu, fotgrafi berkaitan erat dengan cahaya, maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed ( Kecepatan Rana ) dan Aperture ( Diafragma ).

Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.

Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf F dan dengan satuan sebagai berikut:
f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...
Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa ( f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0 ).

Jadi, korelasi antara shutter speed dan aperture adalah bahwa semakin besar bukaan lensa, maka shutter speed akan semakin cepat, sebaliknya semakin kecil bukaan lensa, maka shutter speed akan semakin melambat.


Mode Pemotretan

A-DEP = Automatic Depth of Field

Pada mode ini, pengaturan fokus foreground dan background diatur secara otomatis oleh kamera sehingga lebih memungkinkan untuk menghasilkan foto yang tajam baik pada foreground maupun background.

M = Full Manual

Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.

Av = Aperture Value Priority

Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.


Tv = Time Value Priority

Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.


P= Program

Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.

Auto

Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal "jepret" saja.


Portrait

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.


Landscape

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.

Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.

Moving Object

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.


Night Scene

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pada malam hari.


No Flash

Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun apabila pada mode auto lainnya built in flash akan otomatis pop up apabila cahaya dirasa kurang, pada mode ini built in flash tidak akan menyala sama sekali, sehingga shutter speed dan aperture akan lebih berperan untuk mengimbangi kebutuhan cahaya.



Pengaturan cahaya (Exposure)

Setiap kamera memiliki light meter yang berfungsi mendeteksi intensitas cahaya. Sebelum menekan tombol shutter, apabila menggunakan kamera pada mode manual ada baiknya memperhatikan exposure meter terlebih dahulu.


ISO
Penggunaan ISO sebaiknya disesuaikan dengan shutter speed yang ingin kita capai. Kalau kita ingin shutter speed tinggi namun kondisi cahaya remang2 maka kita naikkan iso, naikkan iso hingga tercapai shutter speed yang diinginkan. Idealnya kita ingin iso yang serendah mungkin karena kalau iso tinggi maka akan banyak noise (mengurangi kualitas gambar).
ISO 100-200 umumnya bisa dipakai saat siang hari saat cahaya berlimpah
ISO 400 saat siang hari namun mendung.
ISO 800-1600 saat dalam ruangan berpenerangan cukup.
ISO 3200-6400 saat dalam kondisi berpenerangan minim.
Nah klo pemula, set aja AUTO. Ga usah dipusingkan dulu. Mending pelajari dulu kombinasi antara aperture dan shutter speed. Kalau sudah paham, jgn pasang ISO di AUTO. Pasang aja di ISO 400, umumnya ISO ini bisa dipakai untuk berbagai kesempatan. Kurangi atau tambahkan ISO sesuai situasi pemotretan.

 

10 komentar:

  1. thanx for showing us such a wonderful information.i like it.thank you so much.
    military shirts

    BalasHapus
  2. Such a admirable post. Acknowledgment for the share. It was actual absorbing and informative.
    Web Development Company

    BalasHapus
  3. Thanks for writing in such an encouraging post. I had a glimpse of it and couldn’t stop reading till I finished. I have already bookmarked you. Bulk SMS Service Provider in ORISSA

    BalasHapus
  4. eally sweet shots that captures the essence of lovely things in winter - candles are my bedtime buddies!<3 Wholesale gold chains

    BalasHapus
  5. The post is handsomely written. I have bookmarked you for keeping abreast with your new posts.
    Battery Backup System provider in bhubaneswar

    BalasHapus
  6. I must say that you’re very talented with clean design and you should get much more attention because you also dig into the business area with your Blog.
    Android Based FingerPrint Time Attendance System

    BalasHapus
  7. I was very encouraged to find this site. I wanted to thank you for this special read. I definitely savored every little bit of it and I have bookmarked you to check out new stuff you post.
    Biometric Time Attendance System Supplier in bhubaneswar

    BalasHapus
  8. I acclaim your blog.. complete nice colors & theme. Did you accomplish this website yourself or did you ascribe anyone to do it for you? Plz accepting abashed as I'm analytic to accomplish my own blog and would like to apperceive wheere u got this from. thanks
    Sarajevo apartment

    BalasHapus
  9. to one who is just finding the resouces about this part. It will certainly help educate me.
    Trebinje apartman

    BalasHapus